Menu ✖

Otomatis
Breaking News

POLRI

Sengketa Batas Sawah di Gentong Berakhir Damai, Para Pihak Sepakati Musyawarah

badge-check

Sengketa Batas Sawah di Gentong Berakhir Damai, Para Pihak Sepakati Musyawarah Perbesar

‎

‎NGAWI, transisi.net – Persoalan batas lahan pertanian di Desa Gentong, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, yang sebelumnya menjadi objek penelusuran Jurnalis Transisi, kini mengarah pada penyelesaian secara musyawarah antara para pihak yang bersangkutan.
‎
‎Perkembangan tersebut terungkap setelah muncul dokumen kesepakatan pemasangan patok batas sawah yang ditandatangani oleh Rohmad Pudin Susilo dan Supriyono pada 15 Juni 2026.
‎
‎Dokumen yang diperoleh Jurnalis  Transisi menunjukkan kedua pihak sepakat melakukan pemasangan kembali patok batas sawah sesuai dengan batas yang tercantum dalam sertifikat masing-masing bidang tanah.
‎
‎Sebelumnya, persoalan ini mencuat setelah Rohmad Pudin Susilo menyampaikan keberatan terkait batas lahan sawah yang berbatasan langsung dengan tanah milik Supriyono.
‎
‎Dalam pengaduan yang diterima Jurnalis Transisi, Rohmad menduga terdapat pergeseran batas lahan yang berdampak pada luas sawah yang selama ini dikuasainya.
‎
‎Berangkat dari pengaduan tersebut, Jurnalis Transisi melakukan penelusuran lapangan dengan menemui sejumlah pihak yang mengetahui riwayat pengukuran tanah dimaksud.
‎
‎Dari hasil penelusuran diketahui bahwa bidang tanah milik Supriyono pernah menjalani proses pengukuran dalam rangka pemecahan bidang tanah (split sertifikat). Saat proses berlangsung, Supriyono tidak hadir secara langsung dan pelaksanaannya dikuasakan kepada saudaranya, NH.
‎
‎Ketika ditemui di kediamannya, NH membenarkan adanya kegiatan pengukuran tersebut.
‎

‎”Memang pernah ada pengukuran. Waktu itu dihadiri petugas pertanahan, pihak notaris, dan perangkat desa,” ujar NH kepada Jurnalis Transisi.

‎
‎Seiring berjalannya waktu, komunikasi antara kedua pihak mulai terbangun hingga muncul kesepakatan untuk menempuh jalur kekeluargaan.
‎
‎Saat dihubungi melalui sambungan telepon pada Senin (22/6/2026), Rohmad Pudin Susilo menyampaikan bahwa dirinya memilih penyelesaian secara musyawarah karena tidak ingin persoalan tersebut berkembang menjadi konflik berkepanjangan.
‎

‎”Saya ini orang biasa yang tidak paham apa-apa. Yang penting batas dan patok kembali seperti semula. Tidak enak juga sama tetangga karena sama-sama menggarap sawah,” ujar Rohmad kepada Transisi.

‎
‎Meskipun demikian, hingga berita ini ditulis pelaksanaan pemasangan kembali patok sebagaimana tertuang dalam surat kesepakatan tersebut diketahui belum dilakukan.
‎
‎Karena itu, penyelesaian yang telah disepakati masih menunggu realisasi di lapangan agar persoalan batas lahan yang sempat menjadi perhatian kedua belah pihak benar-benar dapat diselesaikan secara tuntas.
‎
‎Berdasarkan hasil penelusuran yang telah dilakukan, Transisi menilai persoalan batas lahan seperti ini tidak hanya terjadi di satu lokasi.
‎
‎Perbedaan persepsi mengenai batas bidang tanah, proses pengukuran, hingga kurangnya pemahaman masyarakat terhadap prosedur pertanahan kerap menjadi pemicu munculnya sengketa di tingkat desa.
‎
‎Untuk itu, Transisi akan melanjutkan liputan dalam bentuk artikel edukasi yang membahas mekanisme penetapan batas tanah, prosedur pengukuran, peran saksi batas, hingga hak dan kewajiban para pihak dalam proses pertanahan.
‎
‎Artikel lanjutan tersebut akan disusun berdasarkan keterangan dari pemerintah desa, praktisi pertanahan, serta instansi yang memiliki kewenangan di bidang pertanahan agar masyarakat memperoleh pemahaman yang lebih utuh.
‎
‎Harapannya, informasi tersebut dapat menjadi referensi bagi warga sehingga persoalan serupa dapat diminimalkan dan potensi gesekan antar pemilik lahan dapat dihindari sejak awal.
‎



‎
‎jurnalis : Hendro
‎Editor    : Redaksi Transisi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Listrik Padam di Jambe Kidul, Warga Minta Kepastian PLN

10 Sep 2026 - 08:50 WIB

Listrik Padam di Jambe Kidul, Warga Minta Kepastian PLN

Sore Hari di Telaga Sarangan, Suasana Sepi dan Keindahan Alam Jadi Pilihan Wisatawan

29 Agu 2026 - 11:24 WIB

Sore Hari di Telaga Sarangan, Suasana Sepi dan Keindahan Alam Jadi Pilihan Wisatawan

Safari Jumat Polsek Geneng Perkuat Silaturahmi dan Kamtibmas Bersama Warga Tambakromo

29 Agu 2026 - 01:13 WIB

Safari Jumat Polsek Geneng Perkuat Silaturahmi dan Kamtibmas Bersama Warga Tambakromo

Perkuat Disiplin Aparatur, Pemerintah Desa Pleset Tegaskan Komitmen Tingkatkan Pelayanan kepada Masyarakat

8 Jul 2026 - 01:00 WIB

Perkuat Disiplin Aparatur, Pemerintah Desa Pleset Tegaskan Komitmen Tingkatkan Pelayanan kepada Masyarakat

Pererat Silaturahmi, Dandim Wonogiri Ajak Prajurit dan Keluarga Jaga Kebugaran Lewat Olahraga Bersama

3 Jul 2026 - 05:03 WIB

Pererat Silaturahmi, Dandim Wonogiri Ajak Prajurit dan Keluarga Jaga Kebugaran Lewat Olahraga Bersama
Trending di Nasional