NGAWI, transisi.net — BUMDes Gending Lestari mengembangkan usaha penggemukan kambing sebagai salah satu kegiatan ekonomi desa. Usaha ini mulai berjalan sejak akhir Oktober 2025 dan kini masih memasuki tahap pemeliharaan.
Saat ini, BUMDes Gending Lestari memiliki 62 ekor kambing. BUMDes menggunakan modal dari program Ketahanan Pangan (Ketapang) melalui alokasi 20 persen Dana Desa (DD).

BUMDes Gending Lestari memiliki delapan anggota. Stevanus Sri Bintono menjabat sebagai ketua, Hendra Sulistiyawan sebagai sekretaris, dan Muh Romyanto sebagai bendahara.
Usaha Ternak Kambing BUMDes Gending Lestari
BUMDes menjalankan usaha penggemukan kambing dengan sistem penggaduhan. Sriyono menjadi penggaduh dalam usaha tersebut. Kambing tinggal di kandang dengan sistem koloni.
Hingga sekarang, usaha tersebut belum menghasilkan keuntungan. Ternak masih menjalani masa pemeliharaan sehingga belum memasuki masa panen.(kamis, 10/9/2026).
“Untuk sementara belum ada keuntungan karena memang belum panen. Jadi keuntungan yang diperoleh masih Rp0,” demikian keterangan pengelola BUMDes.
Kondisi itu membuat BUMDes belum dapat menghitung hasil akhir usaha penggemukan kambing. Pengelola akan melakukan evaluasi setelah ternak memasuki masa panen.
BUMDes Gending Lestari Mencatat Kematian Kambing
Dalam masa pemeliharaan, beberapa kambing mengalami kematian. Pengelola kemudian membuat berita acara (BA) kematian untuk setiap kejadian.
Tim kesehatan hewan atau mantri hewan ikut menandatangani berita acara tersebut. Langkah itu membantu BUMDes mencatat kondisi ternak secara administratif.
Pengelola juga mencatat seluruh aktivitas keuangan usaha. BUMDes menyusun laporan keuangan setiap semester dan setiap tahun.
Laporan tersebut membantu pengelola melihat perkembangan usaha dan menjadi bahan evaluasi kegiatan ekonomi BUMDes.
BUMDes Gending Lestari Juga Kembangkan Ikan Nila
Selain ternak kambing, BUMDes Gending Lestari menjalankan usaha ikan air tawar. Salah satu jenis ikan yang mereka kembangkan adalah nila.
Pengelola menjalankan beberapa unit usaha untuk memanfaatkan potensi ekonomi desa. Setiap unit usaha membutuhkan evaluasi berdasarkan hasil, kebutuhan modal, dan tingkat risikonya.
Masyarakat juga ikut terlibat dalam kegiatan usaha BUMDes. Namun, usaha penggemukan kambing belum memberikan manfaat ekonomi secara langsung karena ternak belum memasuki masa panen.
Cuaca Menjadi Tantangan Pemeliharaan Kambing
Pengelola menyebut perubahan cuaca dan musim sebagai salah satu tantangan dalam usaha ternak kambing.
Perubahan kondisi tersebut dapat memengaruhi kesehatan kambing. Karena itu, pengelola perlu meningkatkan perhatian terhadap pakan, kondisi kandang, dan kesehatan ternak selama masa pemeliharaan.
Ke depan, BUMDes Gending Lestari membuka peluang untuk mengembangkan usaha lain. Pengelola akan mengevaluasi sejumlah pilihan usaha yang memiliki risiko lebih rendah dan peluang manfaat ekonomi lebih baik.
Usaha ternak kambing menjadi bagian dari proses BUMDes Gending Lestari dalam mengembangkan ekonomi desa. Setelah masa panen, pengelola dapat melihat hasil usaha secara lebih jelas, termasuk keuntungan dan manfaat bagi masyarakat.
Editor: Redaksi




















