NGAWI, transisi.net — Listrik padam di Jambe Kidul, Ngawi, kembali dikeluhkan warga. Gangguan terjadi berulang dan dalam satu hari aliran listrik dilaporkan bisa mati hingga lima kali.
Kondisi tersebut terjadi di RT 09 dan sebagian RT 03 RW 05, Dusun Jambe Kidul, Desa Ngale, Kecamatan Paron. Warga menilai gangguan listrik yang berulang mulai mengganggu aktivitas rumah tangga, usaha kecil, hingga kebutuhan pertanian.

Warga berharap PLN tidak hanya memulihkan aliran listrik saat terjadi gangguan. Mereka juga meminta penjelasan mengenai penyebab pemadaman serta langkah perbaikan agar gangguan tidak terus berulang.
Listrik Padam di Jambe Kidul Terjadi Berulang
Gangguan kembali terjadi sejak pagi. Pemadaman juga tidak berlangsung secara merata. Sebagian rumah masih mendapat aliran listrik, sedangkan beberapa rumah di sekitarnya mengalami pemadaman.
Seorang warga yang enggan menyebutkan namanya mengatakan kondisi tersebut sudah beberapa kali terjadi.
“Sudah beberapa kali padam. Kemarin saja sampai sekitar lima kali, pagi ini padam lagi,” ujarnya saat dikonfirmasi di lapangan.
Frekuensi pemadaman tersebut membuat warga mempertanyakan kondisi jaringan listrik di lingkungan mereka. Apalagi, gangguan tidak hanya terjadi sekali, tetapi kembali muncul setelah aliran listrik sempat normal.
Sekring Terbakar Disebut Jadi Penyebab Gangguan
Kepala Dusun Jambe Kidul, Wahyu, membenarkan adanya gangguan listrik di wilayahnya. Berdasarkan informasi yang ia terima dari petugas lapangan, masalah terjadi pada bagian sekring jaringan.
“Dari petugas menginformasikan kalau sekring pada jaringan mengalami masalah dan terbakar,” jelas Wahyu.
Selain persoalan sekring, warga juga menerima informasi mengenai kemungkinan tingginya beban pemakaian atau overload. Penggunaan pompa air sumur dalam atau sibel untuk kebutuhan irigasi pertanian disebut sebagai salah satu kemungkinan yang perlu diperiksa.
Namun, informasi mengenai overload tersebut belum mendapat penjelasan teknis resmi dari PLN. Karena itu, warga meminta PLN memastikan apakah kapasitas jaringan di wilayah Desa Ngale masih sesuai dengan kebutuhan pemakaian saat ini.
Sekring Kecil Disebut Sering Putus
Informasi mengenai penanganan gangguan juga muncul dalam komunikasi WhatsApp yang diterima warga. Pesan tersebut menyebut ukuran sekring yang saat ini tersedia lebih kecil.
“Sekring yang sekarang ukurannya kecil, makanya sering putus. Yang besar sudah habis dan belum datang,” terangnya.
Menurut informasi tersebut, teknisi akan mengganti sekring setelah stok komponen berukuran lebih besar tersedia. Warga juga diminta kembali melapor apabila listrik kembali padam.
Kondisi ini membuat warga menunggu kepastian mengenai perbaikan jaringan. Mereka berharap penggantian sekring dapat menyelesaikan gangguan, bukan hanya memulihkan listrik untuk sementara.
Warga Minta Hak Konsumen Mendapat Kepastian
Sebelumnya, warga sudah menyampaikan pengaduan melalui kanal email PLN. Warga juga meneruskan laporan kepada perangkat dusun.
Penanganan sebelumnya sempat membuat aliran listrik kembali menyala. Namun, gangguan kemudian muncul lagi.
Dari sisi konsumen, warga membutuhkan layanan listrik yang stabil sekaligus kepastian ketika gangguan terjadi.
Pengaduan juga membutuhkan tindak lanjut yang jelas, terutama ketika masalah yang sama berulang dalam waktu berdekatan.
Bagi warga Jambe Kidul, listrik bukan hanya kebutuhan penerangan rumah. Listrik juga menunjang aktivitas usaha kecil dan kegiatan pertanian.
Beberapa aktivitas yang terdampak antara lain:
- kebutuhan listrik rumah tangga;
- kegiatan usaha kecil masyarakat;
- penggunaan pompa untuk irigasi pertanian
Karena itu, warga berharap penanganan listrik padam di Jambe Kidul tidak berhenti pada penggantian komponen ketika terjadi kerusakan.
PLN Diharapkan Evaluasi Keandalan Jaringan
Warga meminta PLN mengevaluasi kondisi jaringan apabila memang terdapat persoalan kapasitas beban. Evaluasi tersebut penting untuk memastikan gangguan tidak terus berulang.
Kepastian teknis juga dibutuhkan agar masyarakat tidak hanya menerima informasi berdasarkan dugaan. Penjelasan PLN mengenai penyebab gangguan, kapasitas jaringan, kondisi sekring, serta rencana perbaikan akan membantu warga memahami persoalan yang sebenarnya.
Dengan begitu, penyelesaian listrik padam di Jambe Kidul Ngawi dapat mengarah pada perbaikan yang lebih menyeluruh, bukan sekadar penanganan ketika listrik kembali terputus.
Hingga berita ini diturunkan, informasi mengenai sekring terbakar dan dugaan beban jaringan masih berasal dari warga, perangkat dusun, serta komunikasi pihak terkait. Transisi masih mengupayakan konfirmasi kepada PLN mengenai penyebab gangguan dan langkah perbaikan permanen.
Jurnalis : Hendro
Editor: Redaksi



















