Menu

Otomatis
Breaking News

Uncategorized

Restoran dan Hotel Jadi Tulang Punggung PAD Balikpapan, Pemkot Pangkas Ketergantungan PBB

badge-check

Restoran dan Hotel Jadi Tulang Punggung PAD Balikpapan, Pemkot Pangkas Ketergantungan PBB Perbesar

Balikpapan gali PAD dari perusda sebagai alternatif sumber pendapatan selain dari PBB| gambar by inibalikpapan.com

Balikpapan, Transisi.net – Pemerintah Kota Balikpapan mulai mengurangi ketergantungan terhadap Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dengan mengarahkan fokus pada pajak jasa, khususnya restoran, hotel, dan parkir. Langkah ini sejalan dengan restrukturisasi Perusahaan Daerah (Perusda) yang digadang sebagai mesin baru Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud menegaskan kontribusi PBB dalam menopang APBD masih jauh dari harapan.

PAD itu bukan hanya melalui PBB. Saya tanya ke Dispenda, tidak begitu maksimal menopang APBD kita, hanya berapa miliar saja,” kata Rahmad kepada wartawan, Jumat (22/8/2025).

Perusda Didorong Jadi Pemain Utama

Sebagai bagian dari strategi diversifikasi, Pemkot telah memangkas jajaran direksi Perusda untuk menghadirkan manajemen yang lebih ramping dan profesional. Sejumlah Perusda bahkan sudah meneken kerja sama dengan daerah lain demi memperluas pasar.

Menurut Rahmad, reformasi ini bukan hanya soal efisiensi, melainkan bagaimana aset daerah benar-benar bisa menghasilkan keuntungan nyata.

Pajak Restoran dan Hotel Digarap Serius

Selain sektor usaha daerah, Pemkot Balikpapan mendorong dinas terkait mengoptimalkan pajak jasa yang sebelumnya belum tergarap maksimal.

“Saya menginstruksikan dinas-dinas yang punya penghasilan PAD untuk berinovasi, termasuk pajak restoran, pajak parkir, dan pajak perhotelan,” ujarnya.

Investasi Harus Aman dan Nyaman

Rahmad menambahkan, keberhasilan strategi ini sangat ditentukan oleh iklim investasi yang kondusif.

“Kota ini harus aman dan kondusif sehingga para pelaku usaha merasa nyaman dan pendatang juga betah tinggal di Balikpapan,” tegasnya.

Ia menegaskan Pemkot menerapkan zero tolerance terhadap birokrasi berbelit yang dapat menghambat dunia usaha, khususnya dalam perizinan.

Respons Atas Arahan Pusat

Sebelumnya, penyesuaian tarif PBB P2 di Balikpapan ditunda setelah adanya arahan dari Mendagri lewat surat edaran 14 Agustus. Sebagai gantinya, Pemkot bersama Forkopimda mengkaji opsi lain agar PAD tetap tumbuh tanpa membebani masyarakat.

 “Kami di jajaran Pemerintah Kota Balikpapan akan selalu berupaya memberikan yang terbaik untuk kesejahteraan masyarakat dan tidak mungkin berniat memberatkan warga,” pungkas Rahmad.

Sumber : Kalimantan.bisnis.com

Editor    : (tim/red) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Di Balik Keluhan Solar dan Pupuk, Petani Jururejo Kenang Peran KUD Dimasa Lalu

20 Jun 2026 - 06:10 WIB

Di Balik Keluhan Solar dan Pupuk, Petani Jururejo Kenang Peran KUD Dimasa Lalu

Tingginya Aktivitas di Jalan Sukowati Ngawi Jadi Perhatian Warga, Usulan Fasilitas Keselamatan Mengemuka

18 Jun 2026 - 05:35 WIB

Tingginya Aktivitas di Jalan Sukowati Ngawi Jadi Perhatian Warga, Usulan Fasilitas Keselamatan Mengemuka

Dugaan Pergeseran Batas Sawah di Gentong Paron, Penelusuran Lapangan Ungkap Riwayat Pengukuran

10 Jun 2026 - 07:45 WIB

Dugaan Pergeseran Batas Sawah di Gentong Paron, Penelusuran Lapangan Ungkap Riwayat Pengukuran

Di Balik Nama Koperasi, Warga Bangunrejo Lor Mengaku Terjebak Pinjaman Mingguan Berbiaya Tinggi

8 Jun 2026 - 05:30 WIB

Di Balik Nama Koperasi, Warga Bangunrejo Lor Mengaku Terjebak Pinjaman Mingguan Berbiaya Tinggi

Persinga Ngawi Buka Liga 4 Piala Presiden 2026 dengan Kemenangan Telak, Tunas Muda Bengkulu Dibungkam 6-1

2 Jun 2026 - 01:11 WIB

Persinga Ngawi Buka Liga 4 Piala Presiden 2026 dengan Kemenangan Telak, Tunas Muda Bengkulu Dibungkam 6-1
Trending di Uncategorized